Review Samsung Galaxy A52 di Tahun 2022 (1 Bulan Pemakaian), Masih Oke?

Samsung Galaxy A52 adalah suksesor Galaxy A51 yang diluncurkan Maret 2021. Samsung Galaxy A series, A32, A52, A72, adalah salah satu produk yang memang selalu sukses oleh Samsung. Kelasnya yang berada di mid-range dan spesifikasi yang ditawarkan pun semakin inovatif, membuat tiga seri ini berani bersaing di pasar.

Bulan Mei 2021 lalu, saya juga sudah pernah mengulas generasi tertinggi dari tiga seri tersebut yakni Galaxy A72.

Kawan-kawan bisa membaca maupun menonton video reviewnya pada tautan berikut ini:

Baca juga: Review Samsung Galaxy A72 – Indonesia

Anyway, di akhir tahun 2021 ini saya baru bisa menggunakan unit Samsung Galaxy A52 untuk saya jadikan daily driver dan test penggunaannya dalam skenario sehari-hari saya.

Karena dalam hal spesifikasi, dan test sudah banyak dilakukan kebanyakan reviewer, yah. Kali ini saya akan membahas pros and cons-nya saja.

Hal apa saja yang saya sukai, dan hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum meminang smartphone ini.

Baiklah kawan-kawan, langsung saja kita bahas review Samsung Galaxy A52 di tahun 2022 ini.

Review Samsung Galaxy A52

Hal yang saya sukai

Dimensi, Desain, dan Tampilan

Hal pertama yang saya sukai dari Samsung Galaxy A52 ini ya desain dan dimensi yang dibawa smartphone ini. Berada di tengah-tengah antara Galaxy A32 yang punya bentuk compactbtw, saya juga sudah pernah review Samsung Galaxy A32, cek di tautan di bawah, ya—dan Galaxy A72 yang punya dimensi yang bongsor.

Baca juga: Review Samsung Galaxy A32, Compact dan Elegan!

Walaupun bahan yang ada di back cover-nya adalah plastik, untungnya secara penampilan, saya tidak ada komplain.

Satu yang perlu diperhatikan adalah licin banget kalau kamu yang nggak pakai casing.

Kemudian, pada sisi depannya ini sudah dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 5. Kendati demikian, pastinya kita sebagai warga +62 harus tetap memakaian screen protector untuk perlindungan tambahan, wkwkw.

Layarnya ini pastinya nggak perlu diragukan lagi kualitasnya, terdapat layar Super AMOLED 90Hz beresolusi FHD+. Ukuran layarnya ini 6.5 inci dengan tingkat kecerahan layar maksimal di 800 nits.

Sertifikasi IP67, tahan debu dan air

Walaupun ini bukan sertifikasi tertinggi yang ada di smartphone, namun ini adalah fitur yang patut diapresiasi karena Galaxy A52 ini adalah salah satu smartphone yang punya sertifikasi ini di rentan harga 4-5 juta rupiah.

Sertifikasi IP67 ini bakal membantu kita kalau-kalau ada darurat smartphone kita tersiram air, kehujanan, dan skenario basah-bahasan ringan lainnya. Tentunya menyelam ke Palung Mariana juga nggak direkomendasikan, haha.

Di atas kertas, sertifikasi IP67 ini mampu menyelam di air dengan kedalaman 1 meter selama 30 menit.

Adanya OIS pada kamera utama

OIS atau Optical Image Stabilization adalah salah satu fitur penting jika kawan-kawan penyuka fotografi menggunakan smartphone.

Fitur ini bakal membantu untuk menghasilkan gambar yang lebih baik terutama ketika dalam keadaan low light.

Foto di atas adalah gambar yang saya ambil menggunakan Galaxy A52 di mode auto dan handheld. Biasanya, ketika di tempat yang pencahayaannya kurang, kamera akan diset untuk mendapatkan exposure yang pas.

Misal, pengurangan shutter speed-nya.

Jika di kamera yang tidak dibekali dengan OIS, kemungkinan efek shaky sehingga gambar yang dihasilkan akan blur. Namun di Samsung Galaxy A52 ini, nggak.

3 hal di atas yang saya sangat rasakan. Berarti yang lain gimana, mas?

Jika saya tidak menyebutkan hal lain di poin hal yang perlu diperhatikan di bawah, berarti saya no komplain, ya. Alias, masih baik untuk digunakan.

Hal yang perlu diperhatikan

Sim tray hybrid bukan triple slot

Buat kebanyakan orang, ini bukan hal yang urgent. Namun untuk yang suka menyimpan banyak banget file di smartphone ini bakal sangat berguna.

Alhasil, kemarin saya mengambil unit dengan internal 256GB.

Belum mendukung konektivitas 5G

Tren 5G terus diperbincangkan walaupun masih dalam tahap uji coba di beberapa wilayah tertentu saja. Banyak smartphone dengan harga mulai 2 jutaan rupiah saja sudah banyak yang menawarkan 5G.

Namun untuk smartphone seharga 4-5 jutaan rupiah ini patut kawan-kawan pertimbangkan.

Kesimpulan

Samsung Galaxy A52 ini smartphone yang nggak banyak komplain ketika saya gunakan. Ya, dengan menilik harganya dan pengalaman penggunaan saya pikir sepadan.

Ya, mungkin secara spesifikasi banyak yang menawarkan di atasnya, namun user experience kan lebih penting, bukan?

Jadi, Samsung Galaxy A52 ini masih oke untuk kawan-kawan gunakan di tahun 2022 ini. Bahkan, jika hanya digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan foto bisa 2-3 tahun, lho.

Secara, Samsung memberikan update 3 tahun UI, dan 4 tahun security update.

Bagikan:

Halo! Saya Dedi Styawan. Saya tech-content creator dan juga seorang penikmat teknologi. Saya sangat antusias dengan teknologi terutama gadget!

Tinggalkan komentar